PROSES PENANGANAN PERKARA TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN DENGAN NOMOR PERKARA 89/Pid.B/2025/PN Psr DI PENGADILAN NEGERI PASURUAN 2025
DOI:
https://doi.org/10.51213/yurijaya.v8i1.260Keywords:
Tindak Pidana Penganiayaan, Hukum Acara Pidana, Pengadilan Negeri Pasuruan, Penanganan Perkara Pidana, Crime of Assault, Criminal Procedure, Pasuruan District Court, Criminal Case HandlingAbstract
Peinanganan peirkara tindak pidana peinganiayaan meiruipakan salah satui beintuik konkreit peilaksanaan huikuim pidana di Indoneisia yang seiring dijuimpai dalam praktik peiradilan. Tingginya angka peirkara peinganiayaan meinuinjuikkan bahwa keijahatan teirhadap tuibuih masih meinjadi peirsoalan seiriuis dalam keihiduipan beirmasyarakat, seihingga dipeirluikan meikanismei peineigakan huikuim yang eifeiktif, transparan, dan beirkeiadilan. Peineilitian ini beirtuijuian uintuik meinganalisis proseis peinanganan peirkara tindak pidana peinganiayaan deingan Nomor Peirkara 89/Pid.B/2025/PN Psr di Peingadilan Neigeiri Pasuiruian, ditinjaui dari peirspeiktif huikuim acara pidana dan praktik peiradilan. Meitodei peineilitian yang diguinakan adalah meitodei gabuingan normatif dan eimpiris. Peindeikatan normatif dilakuikan deingan meineilaah peiratuiran peiruindang-uindangan yang beirkaitan deingan tindak pidana peinganiayaan, khuisuisnya Kitab Uindang-Uindang Huikuim Pidana (KUiHP) dan Kitab Uindang-Uindang Huikuim Acara Pidana (KUiHAP). Seimeintara itui, peindeikatan eimpiris dilakuikan meilaluii obseirvasi langsuing seilama keigiatan magang di Peingadilan Neigeiri Pasuiruian, khuisuisnya dalam meingikuiti dan meingamati proseis peirsidangan seirta administrasi peirkara pidana peinganiayaan. Hasil peineilitian meinuinjuikkan bahwa proseis peinanganan peirkara peinganiayaan di Peingadilan Neigeiri Pasuiruian teilah dilaksanakan seisuiai deingan keiteintuian huikuim acara pidana yang beirlakui, muilai dari tahap peindaftaran peirkara, peimeiriksaan peirsidangan, hingga peimbacaan puituisan. Namuin deimikian, masih diteimuikan beibeirapa keindala dalam praktik, seipeirti keiteirbatasan suimbeir daya manuisia dan dominannya proseis administrasi manuial yang beirpoteinsi meimpeirlambat peinyeileisaian peirkara. Oleih kareina itui, dipeirluikan peinguiatan sisteim administrasi peiradilan beirbasis teiknologi seirta peiningkatan kapasitas aparatuir peiradilan guina meiwuijuidkan peiradilan pidana yang eifeiktif dan beirkeiadilan.
References
Bambang Poernomo. 2019. Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia. Jakarta: Ghalia Indoneisia. Hamzah, Andi. 2020.
Hukum Acara Pidana Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika. Moeljatno. 2018. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Jakarta: Bumi Aksara. Soerjono Soekanto. 2017.
Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press. Sudarto. 2021. Hukum Pidana I. Bandung: PT Citra Aditya Bakti. Wirjono Prodjodikoro. 2018.
Tindak-Tindak Pidana Tertentu di Indonesia. Bandung: Refika Aditama. Republik Indonesia. 1981.
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 76. Republik Indonesia. 2009.
Undang-UndangNomor 48 Tahuin 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 157. Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI. 2025.
“Informasi Perkara Pengadilan Negeri Pasuruan.” Diakses pada 3 September 2025 dari: https://sipp.pn-pasuruan.go.id Mahkamah Agung Republik Indonesia. 2025. “Direktori Putusan.” Diakses pada 3 September 2025 dari: https://putusan3.mahkamahagung.go.id
Pengadilan Negeri Pasuruan. 2025. “Profil Pengadilan Negeri Pasuruan.” Diakses pada 3 September 2025 dari: https://pn-pasuruan.go.id


